Tiada henti-hentinya Al-Quran menampakkan keindahannya, dalam kisah, kedalaman makna, dan pilihan katanya. Hal ini membuktikan dengan tegas bahwa tantangan Allah kepada setiap orang yang menentang Al-Quran, meragukan kebenaran Al-Quran diturunkan dari Sang Khaliq, atau mengatakan Al-Quran tidak lain adalah karangan dari Muhammad (Shallallahu 'alaihi wa sallam), untuk kiranya mereka membuat yang semisal Al-Quran ini, atau 10 surat, atau 1 surat saja tidak akan pernah sanggup mereka layani.
Dalam Surat ke 39 yaitu Az-Zumar yang berarti berombong-rombongan, mengacu pada ayat ke 71 dan 73, terdapat hal yang sangat indah makna dan pilihan katanya.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman :
{وَسِيقَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ إِلَىٰ جَهَنَّمَ زُمَرًاۖ حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءُوهَا فُتِحَتۡ أَبۡوَٰبُهَا وَقَالَ لَهُمۡ خَزَنَتُهَآ أَلَمۡ يَأۡتِكُمۡ رُسُلٞ مِّنكُمۡ يَتۡلُونَ عَلَيۡكُمۡ ءَايَٰتِ رَبِّكُمۡ وَيُنذِرُونَكُمۡ لِقَآءَ يَوۡمِكُمۡ هَٰذَاۚ قَالُواْ بَلَىٰ وَلَٰكِنۡ حَقَّتۡ كَلِمَةُ ٱلۡعَذَابِ عَلَى ٱلۡكَٰفِرِينَ}
Orang-orang kafir dibawa ke neraka Jahannam berombong-rombongan. Sehingga apabila mereka sampai ke neraka itu dibukakanlah pintu-pintunya dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: "Apakah belum pernah datang kepadamu rasul-rasul di antaramu yang membacakan kepadamu ayat-ayat Tuhanmu dan memperingatkan kepadamu akan pertemuan dengan hari ini?" Mereka menjawab: "Benar (telah datang)". Tetapi telah pasti berlaku ketetapan azab terhadap orang-orang yang kafir. QS. Az-Zumar : 71.
Dan di ayat 73 :
{وَسِيقَ ٱلَّذِينَ ٱتَّقَوۡاْ رَبَّهُمۡ إِلَى ٱلۡجَنَّةِ زُمَرًاۖ حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءُوهَا وَفُتِحَتۡ أَبۡوَٰبُهَا وَقَالَ لَهُمۡ خَزَنَتُهَا سَلَٰمٌ عَلَيۡكُمۡ طِبۡتُمۡ فَٱدۡخُلُوهَا خَٰلِدِينَ}
Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan dibawa ke dalam surga berombong-rombongan (pula). Sehingga apabila mereka sampai ke surga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: "Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu. Berbahagialah kamu! maka masukilah surga ini, sedang kamu kekal di dalamnya". QS. Az-Zumar : 73.
Mari kita pusatkan pada firman Allah
حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءُوهَا فُتِحَتۡ أَبۡوَٰبُهَا dan حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءُوهَا وَفُتِحَتۡ أَبۡوَٰبُهَا
serupa kan? Tapi ada yang membedakan, apa itu? pada ayat yang kedua terdapat huruf waw ( و ). Perhatikan juga, ketika ada tambahan huruf waw itu terjemahannya pun berubah, dari yang awalnya "... apabila mereka sampai ke neraka itu dibukakanlah pintu-pintunya ..." menjadi "... apabila mereka sampai ke surga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka ..."
Berikut adalah nukilan dari para ahli tafsir terkait 2 ayat di atas :
1. Al-Qurthubi rahimahullah menyebutkan ada sebagian ahli ilmu yang menyatakan,
"Tatkala Allah menyebutkan tentang penghuni neraka, "حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءُوهَا فُتِحَتۡ أَبۡوَٰبُهَا" hal ini menunjukkan bahwa pintu-pintu neraka itu tertutup sebelumnya, dan tatkala Allah menyebutkan tentang penghuni Surga, "حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءُوهَا وَفُتِحَتۡ أَبۡوَٰبُهَا" menunjukkan bahwa pintu-pintunya telah terbuka sebelum mereka datang." Hal senada juga diungkapkan oleh Al-Baghawi rahimahullah dalam tafsirnya.
2. Ini yang lebih menarik lagi. Masih dari perkataan Al-Qurthubi rahimahullah, membawakan perkataan sebagian ahli ilmu,
"ini (huruf waw dalam ayat ke 73) adalah waw ats-Tsamaniyah (waw delapan), yang merupakan kebiasaan orang Quraisy, yang mereka biasa menghitung angka ketika sampai angka 8 mereka menambahi dengan huruf waw; khomsah, sittah, sab'ah, wa tsamaniyah".
Seperti dalam firman Allah, "{سَخَّرَهَا عَلَيۡهِمۡ سَبۡعَ لَيَالٖ وَثَمَٰنِيَةَ أَيَّامٍ}"
yang Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam dan delapan hari QS. Al-Haqqah:7
dan juga
{ وَيَقُولُونَ سَبۡعَةٞ وَثَامِنُهُمۡ كَلۡبُهُمۡۚ }
dan (yang lain lagi) mengatakan: "(jumlah mereka) tujuh orang, yang ke delapan adalah anjingnya" QS. Al-Kahf:22
Dari sinilah ahli ilmu ada yang menjadikannya sebagai penunjuk bahwa pintu-pintu Surga itu ada delapan (FYI bahwa pintu-pintu neraka berjumlah 7).
Adapun pintu-pintu Surga telah dibuka sebelum kedatangan para penghuninya sebagai salah satu bentuk pemuliaan terhadap mereka, demikian yang tersebutkan dalam Tafsir Al-Jalalain.
'Ala kulli haal...
Marilah kita berusaha sekuat tenaga untuk meraih Surga dan menghindar dari neraka, dan hal itu tidak akan sempurna tanpa senantiasa memohon pertolongan kepada Pemilik keduanya.
Allahumma innaa nas'aluka al-Jannah
Allahumma ajirnaa min an-Naar..
Magetan, 11 Syawwal 1447 H / 29 Maret 2026 M

Komentar
Posting Komentar