Setelah kita menyebutkan keutamaan Surat Al-Fatihah yang pertama yaitu sebagai cahaya bagi pembacanya, kita akan lanjutkan pada keutamaan yang berikutnya.
Pembaca Surat Al-Fatihah akan mendapatkan apa yang dibacanya. Apakah itu?
Dalam sehari semalam, setidaknya kita membaca Surat Al-Fatihah sebanyak 17 kali. Tentu senantiasa melewati ayat permintaan kepada Allah.
اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ (6) صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ (7)
Tunjukilah kami Jalan yang Lurus. Yaitu jalan orang-orang yang Engkau beri nikmat atas mereka, bukan jalan orang-orang yang dimurkai dan juga bukan jalan orang-orang yang tersesat.
Dalam riwayat sebelumnya, disebutkan ucapan Jibril 'alaihis salam, "Tidaklah kamu membacanya melainkan akan diberi "
Berkata Mula 'Ali al-Qari rahimahullah, 'Tidaklah kamu membacanya', sebenarnya yang diajak bicara adalah Nabi, akan tetapi yang dimaksud di sini adalah beliau dan umatnya (sehingga seluruh umat Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam yang membacanya termasuk di dalamnya, pent.). 'melainkan akan diberi', yaitu meminta pertolongan dengan keduanya (Surat Al-Fatihah dan akhir Surat Al-Baqarah) untuk memenuhi hajat, melainkan akan diberikan apa yang kamu minta dari hajatmu baik yang bersifat duniawi ataupun ukhrawi" Mirqatul Mafatih

Komentar
Posting Komentar